Feed on
Posts
Comments

Hidup

soal kekayaan, manusia sebetulnya hanya membutuhkan sedikit saja
sedang sisanya adalah untuk pamer…

Banyak yang diberikan Tuhan kepada kita…
Semuanya tergantung pada apa yang kita perbuat dengan apa yang diberikan Tuhan kepada kita…

Hidup kadang kala adalah menjalani takdir masing masing
Tapi juga kadang kala seperti debu yang bergerak sebagaimana angin bertiup
Seperti air yang mengalir mengikuti arahnya
Tapi seringkali juga semuanya berjalan secara bersamaan… Continue Reading »

Hikmah

Mereka yang bicara dengan Kebenaran, bicara dengan bahasa sehari-hari Tuhan
mereka yang bicara dengan Kasih Sayang, bicara dengan bahasa universal Tuhan
mereka yang bicara Tulus dari Hati, bicara dengan rahmat kasih sayang universal Tuhan
dan mengapa orang-orang belum dapat mengerti, bahkan tidak dapat mendengar dan melihat bimbingan petunjuk Ilahi dalam diri mereka?
sebab mereka sehari-hari berbicara dengan “bahasa” berbeda dengan Tuhan.

Apa yang coba saya sampaikan perihal Keruhanian bukan berasal dari bacaan tapi datang dari kalbu
Dan Allah MahaAdil memberi pengetahuan ini ke dalam hati hamba yang dikehendaki-Nya
Siapa saja yang sehari-hari bicara dengan “bahasa” Tuhan dapat mendengarnya dari kalbunya. Continue Reading »

Indahnya kata tak berarti apa, tanpa amal nyata.

Allah lah yang menanamkan cinta di hati kita kepada-Nya,
sehingga ketika kita cinta Allah, bukan karena kita cinta Allah,
tapi karena Allah cinta pada kita, Allah berikan rasa itu, dan itu nikmat yang tiada terukur…

Kemudian Allah jauhkan kita dari maksiat,
itu bukan karena kita menjauh, bukan karena kita bertaubat,
karena Allah menyelamatkan kita, menjauhkan kita dari maksiat, dari kekufuran, kefasikan…


Mari menjemput bulan suci ramadhan dengan bersih diri dan suci hati…. Mohon maafkan segala salah dan khilaf, baik yang sengaja maupun yang tidak disengaja, semoga Allah SWT merahmati kita semua… Amiiiinn

Dialog Iblis dengan Allah

Dalam tafsir Qummi diriwayatkan sebuah hadis dari Imam Jakfar As-Shidiq….
bahwa suatu hari…
Iblis berdoa:
“Ya Tuhan kami! Apakah Engkau sebagai Tuhan yang Adil dan Tidak pernah melakukan keZaliman, tidak akan memberikan pahala atas perbuatan-perbuatan baikku di masa lampau?

Allah Menjawab:
“Aku tidak akan memberikan pahala di Akhirat untukmu, namun aku akan berikan apa yang engkau pinta di dunia, mintalah apa saja yang engkau mau sebagai balasan dari ibadahmu!”

Yang pertama kali diminta oleh Iblis adalah agar Allah memanjangkan Usianya hingga hari Kiamat dan Allah mengabulkan permintaannya.

Dari Imam Jakfar As-Shidiq..
Dinukilkan bahwa Iblis berkata pada Allah:
“Ya Allah! Jika Engaku membebaskanku dari perintah bersujud kepada Adam a.s., aku akan memujimu dengan pujian yang tidak dapat dilakukan bahkan oleh malaikat yang terdekat-Mu dan juga Rasul-Mu!….

Allah SWT Berfirman:
“Aku tidak membutuhkan ibadahmu, dan ibadah Kepada-Ku harus dilakukan sesuai dengan PERINTAH DAN KEHENDAK-KU, Bukan atas dasar yang KAMU KEHENDAKI”

Semoga bisa dijadikan hikmah & pelajaran….

Tentang Al Fatihah

Ada seorang teman yang bertanya perihal membaca Al-Fatihah pertanyaannya bgini : haruskah makmum membaca Al-fatihah bila imam sudah membacanya (dengan keras)? Soalnya ada dua hadis shahih di bawah ini:

1. Al-fatihah adalah keharusan dalam sholat, tidak sah sholat tanpa membaca al-fatihah (HR Muslim, Bukhari)

2. Kalau sholat berjamaah, makmum mendengarkan (HR Muslim, dari Abu Hurairah dan Abu Musa al Asy’ariy)

Nah menanggapi pertanyaan tersebut, mudah-mudahan uraian dibawah ini bisa menambah pemahaman kita semua :

MEMBACA AL FATIHAH

Hukum Membaca Al-Fatihah
Membaca Al-Fatihah merupakan salah satu dari sekian banyak rukun sholat, jadi kalau dalam sholat tidak membaca Al-Fatihah maka tidak sah sholatnya berdasarkan perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya):
“Tidak dianggap sholat (tidak sah sholatnya) bagi yang tidak membaca Al-Fatihah”
(Hadits Shahih dikeluarkan oleh Al-Jama’ah: yakni Al-Imam Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa-i dan Ibnu Majah).
“Barangsiapa yang sholat tanpa membaca Al-Fatihah maka sholatnya buntung, sholatnya buntung, sholatnya buntung…tidak sempurna”
(Hadits Shahih dikeluarkan oleh Al-Imam Muslim dan Abu ‘Awwanah).

Kapan Kita Wajib Membaca Surat Al-Fatihah
Jelas bagi kita kalau sedang sholat sendirian (munfarid) maka wajib untuk membaca Al-Fatihah, begitu pun pada sholat jama’ah ketika imam membacanya secara sirr (tidak diperdengarkan) yakni pada sholat Dhuhur, ‘Ashr, satu roka’at terakhir sholat Mahgrib dan dua roka’at terakhir sholat ‘Isyak, maka para makmum wajib membaca surat Al-Fatihah tersebut secara sendiri-sendiri secara sirr (tidak dikeraskan).
Lantas bagaimana kalau imam membaca secara keras…?
Tentang ini Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa pernah Rasulullah melarang makmum membaca surat dibelakang imam kecuali surat Al-Fatihah:
“Betulkah kalian tadi membaca (surat) dibelakang imam kalian?” Kami menjawab: “Ya, tapi dengan cepat wahai Rasulallah.” Berkata Rasul: “Kalian tidak boleh melakukannya lagi kecuali membaca Al-Fatihah, karena tidak ada sholat bagi yang tidak membacanya.”
(Hadits dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhori, Abu Dawud, dan Ahmad, dihasankan oleh At-Tirmidzi dan Ad-Daraquthni)
Selanjutnya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang makmum membaca surat apapun ketika imam membacanya dengan jahr (diperdengarkan) baik itu Al-Fatihah maupun surat lainnya. Hal ini selaras dengan keterangan dari Al-Imam Malik dan Ahmad bin Hanbal tentang wajibnya makmum diam bila imam membaca dengan jahr/keras. Berdasar arahan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Continue Reading »

Tentang Kemelekatan

Kemelekatan atau melekat, dekat atau menempel merupakan salah satu pokok dari derita dan penderitaan yang dihadapi oleh manusia dimuka bumi ini, maksudnya begini, dampak dari kemelekatan itu adalah penderitaan. Lho..?? bukankah justru kita merasa bersyukur dan bahagia serta senang jika bisa selalu berada atau selalu memiliki sesuatu yang kita senangi ? memang betul jika dilihat dari jangka pendek mungkin benar tapi perlu kita ingat bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. Ketika sesuatu yang kita senangi/cintai itu sudah tidak bisa ada di sisi kita, kita yangg telah begitu bergantung, melekat padanya akan merasa kehilangan yang sangat besar, kita akan sangat bersedih, stess, sampai ada yg berguling-guling di tanah bahkan ada yg bunuh diri karena Kita tidak rela jika sesuatu sebagai tempat kita bergantung atau melekat ternyata tidak bisa lagi ada. Kesedihan tsb yang kita alami inilah penderitaan. Siapa sih yg mau perasaannya sedih, terluka, stress ? Siapa sih yg mau menderita ? tidak ada toh. Karena kita tidak suka menderita kita perlu mengatasi yg namanya penyebab timbulnya penderitaan itu,salah satunya adalah kemelekatan, karena jelas-jelas kemelekatan akan membawa dampak berupa penderitaan. caranya? Caranya adalah dengan tidak melekat pada apapun juga yang bersifat fana.

Ketidak melekatan ini sering juga salah difahami oleh manusia mulai dari pemahaman yang mengartikan ketidakmelekatan dengan sikap “cuek bebek” alias acuh tidak acuh. Banyak yang mengartikan ketidakmelekatan terhadap hidup berarti cuek sama hidup, mau keserempet motor, mau miskin, kalau perlu bunuh diri saja biar selesai. Padangan ini SANGAT KELIRU. sampai dengan pemahaman menjauhi keduniawian dengan cara menyendiri ditengah hutan yang JELAS JUGA ADALAH KEKELIRUAN.

Jadi bagaimana yang dimaksud dengan ketidakmelekatan itu sendiri? jika bukan cuek atau bukan hidup menyendiri? ada pada sikap kita terhadap sesuatu, apakah itu benda atau perasaan dan pikiran kita. Intinya adalah kerelaan, keiklasan, menerima sesuatu yg tejadi karena adanya pemahaman yang benar. kita bekerja mencari uang tapi tidak sampai diperbudak oleh uang itu sendiri, kita menyayangi seseorang tapi dengan kadar yang berlebihan yang membuat kita serasa ingin mati jika ditinggal pergi, sesungguhnya contoh yang sempurna banyak ditunjukkan orang-orang arif bijaksana terdahulu, seorang sufi besar abad ke 15 adalah seorang yang kaya raya, beliau pernah ditanya perihal ke Zuhud an beliau terhadap harta, beliau hanya menjawab harta ini hanyalah titipan Allah kapanpun Dia berkehendak mengambilnya tidak akan membuat diriku kehilangan, segala sesuatu bahkan diriku adalah kepunyaanNya maka apakah yang kumiliki di dunian ini? jawaban yang sederhana tapi bermakna sangat dalam, mengingatkan pada perkataan seorang guru, beliau berkata Biarkan tubuhmu bekerja untuk dunia, pikiranmu tempatkan dinegeri akhirat tapi selalu tetapkan hatimu hanya pada Allah sejalan dengan perkataan Sufi besar abad 15 itu yang berpesan pada murid-muridnya : Letakkan Dunia ditangamu, Letakkan Allah dihatimu.

Banyak indikator yang menunjukkan sejauh mana kemelekatan kita terhadap sesuatu yang fana yang akan menunjukkan apakah kita ini termasuk orang yang melekat atau tidak melekat. Jadi termasuk dimanakah kita ? (Ok jujur saya juga masih melekat hehehe…)

Resapkan kebenaran yang satu ini, wahai anakku !……. Bahwa Tuhan, yang punya perbendaharaan langit dan bumi , telah memberi permisi buatmu untuk mohon semua itu. Dan Dia pun membuat Janji untuk mengabulkan pintamu!. Dia menyuruh untuk mohon anugerahNya, yang akan diberikanNya. Dan Rahmatnya , yang akan dilimpahkanNya…

Tidak ada petugas sekuriti, penghalang doamu sampai padaNya. Tidak perlu pula ada perantara berada diantara kamu dan diriNya, mewakili atas-namamu.

Jika kamu melanggar janji, jika kamu melanggar sumpah, melakukan lagi yang dulu kamu bertobat, Dia tidak akan segera menghukummu, Dia tidak akan tergesa menolakmu atau menganugerahimu. Dan bila kamu bertobat sekali lagi, Dia tidak akan Nyinyir Mengejekmu atau ramai-beberkan rahasia dosamu , walaupun itu paling patut bagimu.

Tetapi Dia akan menerima tobatmu serta memaafkanmu. tanpa pernah mengungkit-ngungkit maafNya , atau menolak melimpahkan rakhmatNya. Tidak, bahkan resmi dinyatakan bahwa tobat adalah kebajikan dan kesalehan.

Yang Maha Pengasih telah membuat deklarasi , setiap salahmu cuma dihitung satu, setiap baik-salehmu dihitung sepuluh. Pintu TobatNya ditinggal lebar jembar terbuka. Continue Reading »

Kau & Aku

Arahmu…. Tujuanku….

Pandanganmu… Tatapku…

Katamu….  Suaraku….

Ternyata Kita memang berbeda…

ilmu

Bangunlah

Asahlah huruf-hurufmu

Celupkan baris-baris sajakmu

dalam cahya dzikir dan doa

Lalu tembakkan kebenaran

Dan biarlah Maha Benar

yang menghajar kepongahan gelap

dengan mahacahyaNya

Berbagi CinTa

Bila ada ajakan untuk berbagi, apa yang ada di pikiran anda? Berbagi dana, pakaian layak pakai, sembako, susu, makanan atau bentuk material lainnya. Jawaban itu boleh jadi karena pengaruh ide materilistik yang telah mengglobal.
Mengukur segala sesuatunya dengan ukuran yang bersifat material dan kasat mata. Pengalaman nyata dari ayah angkat saya mungkin bisa menjadi pelajaran bahwa berbagi tidaklah mesti berbentuk material.

Setiap tahun, ayah angkat saya punya kebiasan berkeliling ke berbagai panti asuhan dan rumah anak yatim. Kunjungan biasanya dilakukan dua kali. Awal bulan Ramadhan dan akhir bulan Ramadhan. Kunjungan pertama adalah survey untuk mengetahui kebutuhan panti asuhan atau rumah yatim. Kunjungan kedua membawa bantuan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan
Ketika berkunjung ke salah satu rumah yatim, ayah angkat saya bertemu dengan seorang bocah bernama Nina. “Nina, apa yang anakku mau sayang” begitu ayah saya membuka percakapan. “Nina mau baju baru?, sepatu baru?, tas baru? Atau apa nak? tambah ayah saya. “Nggak ah… ntar om marah” jawab Nina. “nggak sayang, om tidak akan marah” ayah saya menimpali. “Nggak ah… ntar om marah” Nina mengulang jawabannya.

Ayah saya berpikir, pasti yang diminta Nina adalah sesuatu yang mahal. Rasa keingintahuan orang tua saya semakin menjadi. Maka dia dekati lagi Nina sambil berkata, “ayo nak katakan apa yang kamu minta sayang” “Tapi janji ya om tidak marah” jawab Nina manja. “Om janji tidak akan marah sayang” tegas ayah saya. “Bener om tidak akan marah” sahut Nina agak ragu. Ayah saya menganggukkan kepala pertanda bahwa ia setuju untuk tidak marah Nina menatap tajam wajah ayah saya. Sementara ayah saya berpikir, apa gerangan yang diminta oleh Nina. “Seberapa mahal sich yang bocah kecil ini minta sampai dia harus meyakinkan bahwa saya tidak akan marah’ pikir ayah saya. Sambil tersenyum orang tua saya mengatakan “ayo nak, katakan, jangan takut, om tidak akan marah nak.”

Dengan terus menatap wajah ayah saya, Nina berkata; “bener ya om tidak marah.” Sekali lagi ayah saya mengganggukan kepala. Dengan wajah berharap-harap cemas, Nina mengajukan permintaanya “om, boleh nggak saya memanggil ayah” Mendengar jawaban itu, tak kuasa ayah saya membendung air matanya. Segera dia peluk Nina dan mengatakan ” tentu anakku.. tentu anakku…mulai hari ini Nina boleh memanggil ayah, bukan om” Sambil memeluk erat ayah saya, dengan terisak Nina berkata “terima kasih ayah… terima kasih ayah…
Hari itu, adalah hari yang tak akan terlupakan buat ayah saya. Dia habiskan waktu beberapa saat untuk bermain dan bercengkrama dengan Nina. Karena merasa belum memberikan sesuatu yang berbentuk material kepada Nina maka sebelum pulang, ayah saya berkata kepada Nina “anakku, sebelum lebaran nanti ayah akan datang lagi kemari bersama ibu, apa yang kamu minta nak?” “Khan udah tadi, Nina sudah boleh memanggil ayah” sergah Nina.

“Nina masih boleh minta lagi sama ayah. Nina boleh minta sepeda, otoped atau yang lain, pasti akan ayah kasih.” Sambil memegang tangan ayah saya, Nina memohon “nanti kalau ayah datang sama ibu ke sini, saya minta ayah bawa foto bareng ayah, ibu dan kakak-kakak, boleh khan ayah?”

Tiba-tiba kaki orang tua saya lunglai, dia terduduk, bersimpuh di depan Nina. Dia peluk lagi Nina sambil bertanya; “buat apa foto itu nak?” Tanpa ragu Nina menjawab “Nina ingin tunjukkan sama temen-temen Nina di sekolah, ini foto ayah Nina, ini ibu Nina, ini kakak-kakak Nina.” Ayah saya memeluk Nina semakin erat, seolah ia tak mau berpisah dengan seorang bocah yang menjadi guru kehidupan di hari itu.

Terima kasih Nina, walau usiamu masih belia kau telah mengajarkan kepada kami tentang makna berbagi cinta. Berbagilah cinta, karena itu lebih bermakna dibandingkan dengan sesuatu yang kasat mata. Berbagilah cinta, maka kehidupan anda akan lebih bermakna. Berbagilah cinta agar orang lain merasakan keberadaan anda di dunia.

*bacaan hikmah ini dikirimkan ke emailku

- Older Posts »